Berbagi Kebahagian Kepada Yatim Berprestasi

Bestarimandiri.id: Rasulullah SAW pernah bersabda "Tholabul ‘ilmi Faridhotan ‘alaa Kulli Muslimin" yang artinya setiap umat muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu bertujuan agar umat muslim menjadi insan yang pandai dan bermanfaat untuk kepentingan agama. Pada masa kejayaan islam banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang berprestasi dan berpengaruh pada dunia. Salah satunya adalah Ibnu Sina yang berpengaruh besar di bidang kedokteran. Oleh karena itu setiap muslim berhak untuk menuntut ilmu, termasuk yatim dhuafa. Banyak diantara kita yatim dhuafa yang berprestasi tapi belum mengenyam pendidikan dengan baik. Maka dari itu alangkah baiknya jika sesama muslim kita saling berbagi kebahagiaan kepada yatim yang berprestasi.

Berbuat kebaikan dengan berbagi kebahahagiaan kepada anak yatim adalah perbuatan yang sangat mulia di mata Allah SWT. Apalagi kalau kita berbagi kepada anak yang berprestasi. Kebaikan yang kita ulurkan dapat berupa sedekah ataupun infaq kepada anak yatim. Uluran bantuan kita akan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa. Kebaikan kita akan meningkatkan semangat belajar dan prestasi dari anak-anak yatim dhuafa. Dengan begitu anak-anak yatim dapat melakukan kewajibannya untuk menuntut ilmu. 

Allah SWT menjamin siapapun muslim yang berbagi kebahagiaan kepada anak yatim akan mendapat syafaat di hari akhir kelak dan akan ditempatkan di surganya. Keutamaan mengayomi anak yatim ada dalam QS. Al-Baqarah ayat 220 "tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". 

Sebarkan Kebaikan Anda