Memberilah, maka kamu akan dikayakan

Bestarimandiri.id - Sebagai makhluk sosial peran manusia adalah saling membutuhkan dengan sesama dan membantu satu sama lain. Implementasi peran sosial manusia dapat berupa kepedulian terhadap sesama yang sedang membutuhkan, misalnya saling memberi atau bersedekah kepada yang kurang mampu. Hal ini dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW “Khoirunnas Anfauhum Linnas”. Makna dari hadist tersebut ialah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lain. Pertanyaannya, bagaimana dengan “memberilah, maka kamu akan dikakayakan" Sesungguhnya rezeki, jodoh dan ajal telah diatur Allah SWT dalam Lauhul Mahfuzh.

Dalam Islam memberi adalah sebuah amalan yang dianjurkan bagi umat muslim. Memberi bisa dengan berinfaq ataupun bersedekah terhadap sesama. Allah SWT menjamin rezeki setiap hambanya yang gemar memberi, hal ini telah dijelaskan dalam QS. Al Hud ayat 6 “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)". Dari ayat tersebut kita bisa meyimpulkan bahwa memberi, maka kamu akan dikayakan.

Rezeki yang Allah SWT beri kapada hambanya berbentuk apapun dan dari manapun yang tak disangka-sangka dari mana asalnya. Sebagai manusia kita harus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT perkara rezeki. Seperti hal nya seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar di pagi hari dan pulang ke sarangnya pada sore hari dalam keadaan kenyang. Sungguh tidak akan tertukar rezeki yang telah Allah SWT berikan, kita harus bersyukur dengan rezeki yang telah kita terima apapun bentuknya.

Sebarkan Kebaikan Anda