Menjadi Orang Tua Asuh Sebagai Ladang Amal

Bestarimandiri.id: Keluarga adalah satuan terkecil di masyarakat yang dipimpin oleh kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul serta bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Keluarga kecil bisa dikatakan terdiri dari Ayah, Ibu dan anak. Impian semua orang adalah memilki keluarga yang lengkap dan harmonis. Dalam keluarga anak adalah buah hati orang tua yang paling dicintai. Namun, faktanya pada tahun 2021 Kemensos mendata sebanyak 25.202 anak yang menjadi yatim piatu karena ditinggal orang tua. Mereka sudah tidak bisa lagi merasakan bagaimana dicintai orang tua. Sebagai seorang muslim baiknya kita membantu dengan menyisihkan sebagian rezeki kita untuk anak-anak yatim piatu. Menjadi orang tua asuh anak yatim piatu adalah ladang amal kita di akhirat.
Menyantuni anak yatim sudah diatur dalam QS. Al-Baqarah ayat 215 "Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah maha mengetahuinya.” Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa harta yang kita miliki ada sebagian hak nya anak yatim, maka dari itu hendaknya kita menyisihkan sebagian dari harta kita untuk anak yatim. Hal itu akan menjadi ladang amal kita di akhirat kelak.
Menjadi orang tua asuh berarti bersedia memberi bantuan kepada anak-anak yatim, baik bantuan berupa beasiswa pendidikan ataupun kebutuhan sekolah seperti alat tulis dan sebagainya. Dengan bantuan pendidikan anak-anak yatim tidak akan terlantar karena mereka memiliki orang tua asuh. Selain itu, anak-anak yatim bisa berkesempatan untuk menggapai kembali cita-cita mereka.

Sebarkan Kebaikan Anda